Jumat, 12 Oktober 2018


Pengalaman Masa Oerintasi Pemustaka
Masa Orientasi Pemustaka diadakan di kampus IAIN ( Institut Agama Islam Negeri ) Pontianak , pada tanggal 6 Oktober 2018 pukul 07 : 30 WIB diruangan sport center. Kami datang dan langsung menduduki tempat yang telah ditentukan oleh para dosen salah satunya adalah ibu firnanda aditya sebagai dosen bahasa Indonesia kami beliau sangat antusias terhadap acara ini dibuktikan dengan senyum beliau yang selalu keluar dari wajahnya kami yang duduk langsung diintruksikan untuk mengisi absen selama 2 kali karena untuk sebagai bukti kami hadir dan bisa mendapat sertifikat dan KTM ( Kartu Tanda Mahasiswa ) juga sebagai bukti absensi di hari sabtu yang akan datang untuk mengisi absen mata kuliah kami. Kami sebagai mahasiswa baru                      ( MABA) Wajib mengikuti Orientasi ini untuk masa depan kami sebagai mahasiswa,karena tugas dari seorang mahasiswa baik itu membuat makalah dan skripsi diperlukannya buku sebagai penunjang belajar kami,karena tugas yang akan kami kerjakan tidak terlepas dari yang namanya buku sebagai sumber karya yang ilmiah.kami menyadari betapa pentingnya sebuah buku sebagai sumber refrensi dalam mengerjakan segala tugas kuliah kami dikhawatirkannya kurangnya minat baca pada mahasiswa akan mengakibatkan kurangnya juga pemustaka didalam perpustakaan sudah sepatutnya sebagai mahasiswa yang ingin sukses agar dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat untuk mencari sumber-sumber refrensi. Akan tetapi tidak sedikit pula mahasiswa yang mau hadir pada kesempatan acara ini bisa dibuktikannya dengan jumlah mahasiswa baru yang hadir pada saat acara tersebut berlangsung hanya separuh atau bisa jadi tidak sampai dari separuh dari jumlah mahasiswa baru yang mau menghadirinya ini tidak termasuk harapan dari para senior baik itu dari jurusan FUAD,FSEI dan juga TARBIYAH. Sebelum kami mendengarkan penjelasan dari wakil rektor yaitu pak Ahmad Firdaus M.UD kami menonton tayangan dari proyektor mengenai tentang seluk-beluk perpustakaan yang berada di kampus kami mulai dari ruang-ruangannya sampai ke fasilitas-fasilitasnya yang dianggap sudah cukup memadai untuk mahasiswa agar bisa membaca buku di perpustakaan tersebut dan juga terdapat sebuah ruangan beserta meja dan kursi untuk para pemustaka membaca buku yang sudah dipilihnya tersebut  video tersebut menjelaskan secara keseluruhan mengenai detail dari perpustakaan agar bisa membuat nyaman para pemustaka jadi para pemustaka sekarang tidak perlu lagi merasa tidak enak ketika menggunakan perpustakaan dalam perpustakaan terdapat pelayanan ketika kita mulai memasuki ruangan kita akan mendaftar dan menyimpan barang-barang berharga kita seperti handphone,laptop,helm dan lain-lain ditempat yang telah disediakan oleh pihak perpustakaan yang dipimpin oleh kepala perpustakaan yaitu pak slamet untuk penyimpanan barang baik itu milik laki-laki maupun permempuan disimpan secara terpisah yaitu laki-laki menyimpan barangnya disebelah kanan dan perempuannya disebelah kiri .Wakil rektor 1 pak Firdaus Ahmad M.UD sebagai pembuka acara menegur salah satu mahasiswa karena terlalu asik berbicara denganteman-temannya,selain itu mahasiswa yang lain pun juga ada  yang asyik berbicara sendiri dan bermain hp tanpa memperdulikan dosen yang ada didepannya.  Pak Firdaus Ahmad dalam sambutan beliau. Beliau memberitahukan bahwa sekarang telah terjadi gempa di palu,sigi dan donggala,namun di IAIN sekarang telah terjadi gempa Akademik yaitu gempa di bidang pendidikan akademik kata wakil rektor tersebut jika kita perduli kepada korban-korban gempa bumi dan tsunami dengan cara memberi sumbangan berupa uang,dan pakaian kenapa kita tidak perduli dengan gempa akademik yang terjadi di kampus kita di IAIN ( Institut Agama Islam Negeri) dengan cara iut berperan dalam mengembangkan perpustakaan begitu juga dalam menulis sebuah skripsi mahasiswa yang menulis skripsi diharapkan agar skripsinya bisa menjadi dua buah karya yaitu menjadi sebuah buku dan artikel  harusnya perpustakaan jangan dibangun terlalu tepi  dan agak jauh dari ruang belajar karena kondisi perpustakaan tersebut tidak strategis maka beliau pun menyampaikannya kepada rektor IAIN Dr Syarif. Dan saat pak rektor sedang menyampaikan mengenai pentingnya peranan perpustakaan dan pemustaka sebagai salah satu jantung di IAIN. Kalau jantung sudah sakit maka sakit jugalah semua badannya sama seperti halnya orang yang meninggal karena kena serangan jantung begitu juga halnya perpustakaan bagi kampus IAIN ujar beliau karena hal penting iniah maka beliau dengan tegas menyatakan pentingnya peranan pemustaka agar dapat ikut berpatisipasi dalam mengembangan perpustakaan dalam pembicaraan beliau hanya ada 1 atau 2 orang saja yang menulis apa yang beliau sampaikan dan ini membuat salah satu wakil yang berada di samping pak rektor tersebut langsung menegur seluruh mahasiswa dengan cara menyampaikan kesedihannya terhadap moral para mahasiswa IAIN. Para senior juga turut  menegur kami sebagai adik-adiknya mereka menyampaikan bahwa mereka turut sedih atas moral para mahasiswa sekarang karena di depan dosen pun mereka tidak mau menghormatinya dengan cara mendengarkan apa  yang beliau sampaikan. Menurut senior ini semua terjadi karena kurangnya moral mahasiswa karena telah hilangnya minat baca terhadap para mahasiswa. Inilah salah satu dari kekhawatiran para dosen maupun rektor  Selanjutnya acara kemudian di lanjutkan oleh pak slamet sebagai ketua pemustaka. Masing-masing senior menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa selama 10 menit salah satunya adalah abang badrussholeh yang mengintruksikan kepada mahasiswa agar membuka instagram dan memfollow perpusiain.ptk untuk bisa mengupdate mengenai berita-berita apa  saja yang baru dari perpustakaan di IAIN tidak lupa dia juga menyebutkan syarat-syarat pemustaka dalam menggunakan perpustakaan . Acara masih terus berlanjut sambil menunggu Rektor IAIN Dr Syarif orang nomor satu di kampus IAIN acara di lanjutkan dengan bernyanyi tiap-tiap 2 orang mewakili 1 jurusan ada dari  jurusan FUAD,FSEI DAN TARBIYAH dan dilanjutkan dengan acara bermain masing-masing jurusan bernyanyi lagu potong bebek angsa sambil menunjuk teman-teman yang berada di dekatnya yang paling banyak ditunjuk oleh teman-temanya dia harus maju dan ikut bermain ternyata juga ramai yang akhirnya harus maju kedepan karena ditunjuk oleh para teman-temannya. Permainan berlanjut masing-masing kelompok tadik ada yang berperan sebagai kelompok jepang ada yang sebagai kelompok Indonesia dan ada juga yang sebagai kelompok Amerika kelompok tersebut harus mengikuti satu instruksi dari sang dosen ketika ibu dosen bilang Amerika maka Amerika akan menembak jepang.  Kelompok Amerika menembak kelompok jepang dan kelompok Indonesia merdeka. Permainan terus berlanjut sampai siang hari cuaca terasa panas didalam ruangan sport center. Permainan tersebut diakhiri ketika pak rektor sedang didalam perjalanan menuju kearah sport center ibu dosen memberi aba-aba jika pak rektor tiba dan beliau ibu dosen mengangkat ibu jari maka para mahasiswa harus bertepuk tangan. Dan pak rektor pun memasuki ruangan sport center dan disambut oleh tepuk tangan dari para mahasiswa. Pak rektor pun kemudian duduk dan beliau berdiri sambil melepas peci beliau karena ingin berbicara dan melihatkan bahwa beliau dulu juga ganteng tapi sekarang sudah botak. Beliau termasuk humoris orangnya juga peramah.Beliau menyampaikan bahwa perpustakaan di IAIN termasuk salah satu perpustakaan yang beradrekitasi A satu-satunya di Kalimantan barat dan perpustakaan yang berada di kampus untan ( Universitas Tanjung ) maupun polnep ( Politekhnik ) masih belum ada yang bisa menyaingi perpustakaan yang ada di IAIN sebagai mahasiswa IAIN mempunyai tugas sebagai pemustaka yang menggunakan perpustakaan yaitu apabila seorang mahasiswa iseng berjalan keluar kota ke jawa atau ke daerah-daerah lain dan menemukan sebuah buku,kitab,manuskrip atau teks maka wajiblah sebagai mahasiswa tersebut untuk menyampaikannya kepada pihak perpustakaan agar pihak perpustakaan bisa mencari buku,kitab,manuskrip dan teks tersebut dan memasukannya kedalam koleksi perpustakaan.  Setelah dari penyampaian pesan dari beliau kami pun mendapat instruksi untuk segera turun dan meminta tanda tangan kepada stand-stand yang telah memameran pameran buku-buku,makanan dan minuman minimal kami ditargetkan untuk mendapatkan 5 tanda tangan dari para stand-stand. Pameran tersebut juga tidak pelit dalam memberikan sebuah tanda tangan dan ada juga stand yang memberikan syarat sebelum tanda tangan yaitu kita harus duduk dan membaca salah satu buku sebagai salah satu persyaratan dalam meminta tanda tangan  dan juga mengisi buku tamu setelah itu kami bebas untuk duduk santai atau mau pulang ke rumah,tapi kami harus datang kembali jam 3 untuk penutupan dari orientasi pemustaka ada sebagian para mahasiswa yang duduk santai sambil makan dan minum di stand-stand tersebut namun tidak sedikit pula yang pulang kerumah masing-masing sambil menunggu jam 3 untuk acara selanjutnya yaitu penutupan orientasi pemustaka. Saya juga pulang kerumah saya yang berada di jalan kebangkitan Nasional Batu Layang Kec Pontianak Utara.Saat jam menunjukkan pukul 13:30 saya pun memutuskan untuk pergi kembali ke kampus IAIN Saat diperjalanan saya terkena macet yang lumayan sedang juga setelah lama terkena macet akhirnya saya bisa juga sampai ke kampus. Saya sampai tepat saat adzan ashar dikumandangkan saya pun langsung bergegas untuk mengambil wudhu dan melakukan shalat ashar di masjid. Setelah shalat kami pun bergegas untuk pergi ke lantai bawah untuk menghadiri acara terakhir yaitu acara penutupan orientasi pemustaka. Ibu firnanda aditya sebagai pembawa acara menawarkan hadiah dari bank kalbar syariah dan membagi-bagikan hadiah kepada para mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh ibu firnanda ada juga pantun dan puisi bagi mahasiswa yang pandai dalam berpantun maupun berpuisi acara tersebut diadakan pementasan seni tari dari bank kalbar syariah yang membawakan tarian dan musik,lagu khas kota Pontianak Kalimantan barat. Para mahasiswa kemudian terhibur dengan tarian-tarian tersebut para penari tersebut dengan indahnya menarikan sebuah tarian khas melayu Pontianak dengan diiringi oleh musik melayu acara tersebut dihadiri oleh pak rektor Dr. Syarif sebagai penutup acara tersebut pak Dr. Syarif menyampaikan bahwa beliau dengan ini resmi menutup acara Orientasi pemustaka dan beliau diminta oleh ibu dosen untuk tidak meninggalkan lapangan dulu karena akan ada sesi pembagian hadiah dan beliau pun akan berfoto bersama stand-stand yang telah terpilih sebagai salah satu pemenang dari stand yang terpilih sebagai stand yang paling banyak dikunjungi dan ibu dosen meminta agar para ketua tingkat untuk mengumpulkan semua tanda tangan milik kami. Dan kamin diminta untuk membawa bunga kamboja masing-masing 10 kelompok yang bunganya untuk di bawa ke perpustakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar