Pengalaman Masa
Oerintasi Pemustaka
Masa Orientasi
Pemustaka diadakan di kampus IAIN ( Institut Agama Islam Negeri ) Pontianak ,
pada tanggal 6 Oktober 2018 pukul 07 : 30 WIB diruangan sport center. Kami
datang dan langsung menduduki tempat yang telah ditentukan oleh para dosen
salah satunya adalah ibu firnanda aditya sebagai dosen bahasa Indonesia kami
beliau sangat antusias terhadap acara ini dibuktikan dengan senyum beliau yang
selalu keluar dari wajahnya kami yang duduk langsung diintruksikan untuk
mengisi absen selama 2 kali karena untuk sebagai bukti kami hadir dan bisa
mendapat sertifikat dan KTM ( Kartu Tanda Mahasiswa ) juga sebagai bukti
absensi di hari sabtu yang akan datang untuk mengisi absen mata kuliah kami. Kami
sebagai mahasiswa baru ( MABA) Wajib mengikuti
Orientasi ini untuk masa depan kami sebagai mahasiswa,karena tugas dari seorang
mahasiswa baik itu membuat makalah dan skripsi diperlukannya buku sebagai
penunjang belajar kami,karena tugas yang akan kami kerjakan tidak terlepas dari
yang namanya buku sebagai sumber karya yang ilmiah.kami menyadari betapa
pentingnya sebuah buku sebagai sumber refrensi dalam mengerjakan segala tugas
kuliah kami dikhawatirkannya kurangnya minat baca pada mahasiswa akan
mengakibatkan kurangnya juga pemustaka didalam perpustakaan sudah sepatutnya
sebagai mahasiswa yang ingin sukses agar dapat memanfaatkan perpustakaan
sebagai tempat untuk mencari sumber-sumber refrensi. Akan tetapi tidak sedikit
pula mahasiswa yang mau hadir pada kesempatan acara ini bisa dibuktikannya
dengan jumlah mahasiswa baru yang hadir pada saat acara tersebut berlangsung
hanya separuh atau bisa jadi tidak sampai dari separuh dari jumlah mahasiswa baru
yang mau menghadirinya ini tidak termasuk harapan dari para senior baik itu
dari jurusan FUAD,FSEI dan juga TARBIYAH. Sebelum kami mendengarkan penjelasan
dari wakil rektor yaitu pak Ahmad Firdaus M.UD kami menonton tayangan dari
proyektor mengenai tentang seluk-beluk perpustakaan yang berada di kampus kami
mulai dari ruang-ruangannya sampai ke fasilitas-fasilitasnya yang dianggap
sudah cukup memadai untuk mahasiswa agar bisa membaca buku di perpustakaan
tersebut dan juga terdapat sebuah ruangan beserta meja dan kursi untuk para
pemustaka membaca buku yang sudah dipilihnya tersebut video tersebut menjelaskan secara keseluruhan
mengenai detail dari perpustakaan agar bisa membuat nyaman para pemustaka jadi
para pemustaka sekarang tidak perlu lagi merasa tidak enak ketika menggunakan
perpustakaan dalam perpustakaan terdapat pelayanan ketika kita mulai memasuki
ruangan kita akan mendaftar dan menyimpan barang-barang berharga kita seperti
handphone,laptop,helm dan lain-lain ditempat yang telah disediakan oleh pihak
perpustakaan yang dipimpin oleh kepala perpustakaan yaitu pak slamet untuk
penyimpanan barang baik itu milik laki-laki maupun permempuan disimpan secara
terpisah yaitu laki-laki menyimpan barangnya disebelah kanan dan perempuannya
disebelah kiri .Wakil rektor 1 pak Firdaus Ahmad M.UD sebagai pembuka acara
menegur salah satu mahasiswa karena terlalu asik berbicara denganteman-temannya,selain
itu mahasiswa yang lain pun juga ada
yang asyik berbicara sendiri dan bermain hp tanpa memperdulikan dosen
yang ada didepannya. Pak Firdaus Ahmad
dalam sambutan beliau. Beliau memberitahukan bahwa sekarang telah terjadi gempa
di palu,sigi dan donggala,namun di IAIN sekarang telah terjadi gempa Akademik
yaitu gempa di bidang pendidikan akademik kata wakil rektor tersebut jika kita
perduli kepada korban-korban gempa bumi dan tsunami dengan cara memberi
sumbangan berupa uang,dan pakaian kenapa kita tidak perduli dengan gempa
akademik yang terjadi di kampus kita di IAIN ( Institut Agama Islam Negeri)
dengan cara iut berperan dalam mengembangkan perpustakaan begitu juga dalam
menulis sebuah skripsi mahasiswa yang menulis skripsi diharapkan agar
skripsinya bisa menjadi dua buah karya yaitu menjadi sebuah buku dan artikel harusnya perpustakaan jangan dibangun terlalu tepi
dan agak jauh dari ruang belajar karena
kondisi perpustakaan tersebut tidak strategis maka beliau pun menyampaikannya
kepada rektor IAIN Dr Syarif. Dan saat pak rektor sedang menyampaikan mengenai
pentingnya peranan perpustakaan dan pemustaka sebagai salah satu jantung di
IAIN. Kalau jantung sudah sakit maka sakit jugalah semua badannya sama seperti
halnya orang yang meninggal karena kena serangan jantung begitu juga halnya
perpustakaan bagi kampus IAIN ujar beliau karena hal penting iniah maka beliau
dengan tegas menyatakan pentingnya peranan pemustaka agar dapat ikut
berpatisipasi dalam mengembangan perpustakaan dalam pembicaraan beliau hanya
ada 1 atau 2 orang saja yang menulis apa yang beliau sampaikan dan ini membuat
salah satu wakil yang berada di samping pak rektor tersebut langsung menegur
seluruh mahasiswa dengan cara menyampaikan kesedihannya terhadap moral para
mahasiswa IAIN. Para senior juga turut
menegur kami sebagai adik-adiknya mereka menyampaikan bahwa mereka turut
sedih atas moral para mahasiswa sekarang karena di depan dosen pun mereka tidak
mau menghormatinya dengan cara mendengarkan apa
yang beliau sampaikan. Menurut senior ini semua terjadi karena kurangnya
moral mahasiswa karena telah hilangnya minat baca terhadap para mahasiswa.
Inilah salah satu dari kekhawatiran para dosen maupun rektor Selanjutnya acara kemudian di lanjutkan oleh
pak slamet sebagai ketua pemustaka. Masing-masing senior menyampaikan pesan
kepada seluruh mahasiswa selama 10 menit salah satunya adalah abang
badrussholeh yang mengintruksikan kepada mahasiswa agar membuka instagram dan
memfollow perpusiain.ptk untuk bisa mengupdate mengenai berita-berita apa saja yang baru dari perpustakaan di IAIN tidak
lupa dia juga menyebutkan syarat-syarat pemustaka dalam menggunakan perpustakaan
. Acara masih terus berlanjut sambil menunggu Rektor IAIN Dr Syarif orang nomor
satu di kampus IAIN acara di lanjutkan dengan bernyanyi tiap-tiap 2 orang
mewakili 1 jurusan ada dari jurusan
FUAD,FSEI DAN TARBIYAH dan dilanjutkan dengan acara bermain masing-masing
jurusan bernyanyi lagu potong bebek angsa sambil menunjuk teman-teman yang
berada di dekatnya yang paling banyak ditunjuk oleh teman-temanya dia harus
maju dan ikut bermain ternyata juga ramai yang akhirnya harus maju kedepan
karena ditunjuk oleh para teman-temannya. Permainan berlanjut masing-masing
kelompok tadik ada yang berperan sebagai kelompok jepang ada yang sebagai
kelompok Indonesia dan ada juga yang sebagai kelompok Amerika kelompok tersebut
harus mengikuti satu instruksi dari sang dosen ketika ibu dosen bilang Amerika
maka Amerika akan menembak jepang. Kelompok
Amerika menembak kelompok jepang dan kelompok Indonesia merdeka. Permainan
terus berlanjut sampai siang hari cuaca terasa panas didalam ruangan sport
center. Permainan tersebut diakhiri ketika pak rektor sedang didalam perjalanan
menuju kearah sport center ibu dosen memberi aba-aba jika pak rektor tiba dan
beliau ibu dosen mengangkat ibu jari maka para mahasiswa harus bertepuk tangan.
Dan pak rektor pun memasuki ruangan sport center dan disambut oleh tepuk tangan
dari para mahasiswa. Pak rektor pun kemudian duduk dan beliau berdiri sambil
melepas peci beliau karena ingin berbicara dan melihatkan bahwa beliau dulu
juga ganteng tapi sekarang sudah botak. Beliau termasuk humoris orangnya juga
peramah.Beliau menyampaikan bahwa perpustakaan di IAIN termasuk salah satu
perpustakaan yang beradrekitasi A satu-satunya di Kalimantan barat dan
perpustakaan yang berada di kampus untan ( Universitas Tanjung ) maupun polnep
( Politekhnik ) masih belum ada yang bisa menyaingi perpustakaan yang ada di
IAIN sebagai mahasiswa IAIN mempunyai tugas sebagai pemustaka yang menggunakan
perpustakaan yaitu apabila seorang mahasiswa iseng berjalan keluar kota ke jawa
atau ke daerah-daerah lain dan menemukan sebuah buku,kitab,manuskrip atau teks
maka wajiblah sebagai mahasiswa tersebut untuk menyampaikannya kepada pihak
perpustakaan agar pihak perpustakaan bisa mencari buku,kitab,manuskrip dan teks
tersebut dan memasukannya kedalam koleksi perpustakaan. Setelah dari penyampaian pesan dari beliau
kami pun mendapat instruksi untuk segera turun dan meminta tanda tangan kepada
stand-stand yang telah memameran pameran buku-buku,makanan dan minuman minimal
kami ditargetkan untuk mendapatkan 5 tanda tangan dari para stand-stand.
Pameran tersebut juga tidak pelit dalam memberikan sebuah tanda tangan dan ada
juga stand yang memberikan syarat sebelum tanda tangan yaitu kita harus duduk
dan membaca salah satu buku sebagai salah satu persyaratan dalam meminta tanda
tangan dan juga mengisi buku tamu setelah
itu kami bebas untuk duduk santai atau mau pulang ke rumah,tapi kami harus
datang kembali jam 3 untuk penutupan dari orientasi pemustaka ada sebagian para
mahasiswa yang duduk santai sambil makan dan minum di stand-stand tersebut
namun tidak sedikit pula yang pulang kerumah masing-masing sambil menunggu jam
3 untuk acara selanjutnya yaitu penutupan orientasi pemustaka. Saya juga pulang
kerumah saya yang berada di jalan kebangkitan Nasional Batu Layang Kec
Pontianak Utara.Saat jam menunjukkan pukul 13:30 saya pun memutuskan untuk
pergi kembali ke kampus IAIN Saat diperjalanan saya terkena macet yang lumayan
sedang juga setelah lama terkena macet akhirnya saya bisa juga sampai ke
kampus. Saya sampai tepat saat adzan ashar dikumandangkan saya pun langsung
bergegas untuk mengambil wudhu dan melakukan shalat ashar di masjid. Setelah
shalat kami pun bergegas untuk pergi ke lantai bawah untuk menghadiri acara
terakhir yaitu acara penutupan orientasi pemustaka. Ibu firnanda aditya sebagai
pembawa acara menawarkan hadiah dari bank kalbar syariah dan membagi-bagikan
hadiah kepada para mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan oleh ibu firnanda ada juga pantun dan puisi bagi mahasiswa yang
pandai dalam berpantun maupun berpuisi acara tersebut diadakan pementasan seni
tari dari bank kalbar syariah yang membawakan tarian dan musik,lagu khas kota
Pontianak Kalimantan barat. Para mahasiswa kemudian terhibur dengan
tarian-tarian tersebut para penari tersebut dengan indahnya menarikan sebuah
tarian khas melayu Pontianak dengan diiringi oleh musik melayu acara tersebut
dihadiri oleh pak rektor Dr. Syarif sebagai penutup acara tersebut pak Dr.
Syarif menyampaikan bahwa beliau dengan ini resmi menutup acara Orientasi
pemustaka dan beliau diminta oleh ibu dosen untuk tidak meninggalkan lapangan
dulu karena akan ada sesi pembagian hadiah dan beliau pun akan berfoto bersama
stand-stand yang telah terpilih sebagai salah satu pemenang dari stand yang
terpilih sebagai stand yang paling banyak dikunjungi dan ibu dosen meminta agar
para ketua tingkat untuk mengumpulkan semua tanda tangan milik kami. Dan kamin
diminta untuk membawa bunga kamboja masing-masing 10 kelompok yang bunganya
untuk di bawa ke perpustakaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar