MANAJEMEN DAKWAH DI LINGKUNGAN MASJID
Sebelum kita membahas tentang
manajemen dakwah di lingkungan masjid, kita perlu tahu apa itu yang dimaksud
dengan Manajemen Dakwah menurut para ahli :
Manajemen
adalah upaya mengatur, dan mengarahkan berbagai sumber daya, mencakup manusia (man),
uang (money), barang (material), mesin (machine), metode (methode)
dan pasar (market).
· Menurut G.R
Terry adalah manajemen adalah proses yang khas terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk
menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkandengan menggunakan tenaga
dan sumber daya lainnya.
· Menurut Robert
Kreitner manajemen adalah proses kerja dengan dan melalui orang
lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan yang berubah. Proses ini
berpusat pada penggunaan secara efektif dan efisien terhadap sumber daya yang
terbatas.
· Menurut John.
D Millet dalam buku Management in the public
service manajemen adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas
terhadap pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk
mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.
· Menurut James
A. F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.
Dakwah menurut para ahli memiliki pengertian sebagai
sesuatu mengajak kepada kebaikan baik itu dalam bentuk lisan,tulisan,tingkah
laku dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha
memengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar
supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian,kesadaran,sikap,penghayatan serta
pengamalan terhadap ajaran agama sebagai message yang disampaikan kepadanya
dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan.
Masjid adalah rumah tempat ibadah
umat Islam atau Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan sebutan lain bagi
masjid di Indonesia adalah musholla, langgar atau surau. Istilah tersebut diperuntukkan bagi masjid yang
tidak digunakan untuk Sholat Jum'at, dan umumnya berukuran kecil.
Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan
belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid.
Masjid memegang peranan utama dalam umat islam karena
merupakan tempat ibadah bagi umat islam. Ceramah didalam masjid dilakukan dengan
metode majelis taklim Adanya majelis taklim di tengah-tengah masyarakat
bertujuan untuk menambah ilmu dan keyakinan agama yang akan mendorong
pengalaman ajaran agama, sebagai ajang silaturahmi anggota masyarakat, dan
untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan
jamaahnya.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, majelis taklim
memiliki materi-materi yang disampaikan dan diajarkan kepada para pesertanya.
Materi yang umumnya ada dan pelajari dalam majelis taklim mencakup pembacaan, al-Qur’an
serta tajwidnya, tafsir bersama ulumul al-Qur’an, hadits dan fiqih serta ushul
fiqh, tauhid, akhlak ditambah lagi dengan materi-materi yang dibutuhkan para
jamaah misalnya masalah penanggulangan kenakalan anak, masalah Undang-Undang
Perkawinan dan lain-lain. Metode ceramah.
Metode ceramah adalah suatu
cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk penuturan atau penerangan lisan
oleh guru terhadap jamaahnya. Metode ini senantiasa bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan
dengan baik, didukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas
kemungkinan penggunannya.Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini
sering digu-nakan oleh setiap guru atau instruktur.
Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga
adanya faktor kebiasaan baik dari guru atau pun siswa. Guru biasanya belum
merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan
ceramah.
mahasiswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi
pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses
belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar. Metode ceramah merupakan
cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori Adapun
cara supaya ceramah lebih efektif yaitu menggunakan cara :
a. sebelum
melakukan ceramah siapkan materinya ketika mulai pengajian Majelis Taklim
b. Sebaiknya
didukung oleh alat bantu berupa gambar, bagan atau sketsa, alat peraga dan
alatbantu lainnya.
c. Dapat
divariasi dengan metode Tanya jawab dan pemberian tugas
d. Bahan
pengajarannya yang dapat disajikan dengan metode ceramah umumnya adalah bahan
pengajaran yang menurut pemahaman dan pembentukkan sikap, seperti aqidah,fiqih
ibadah, akhlak, dan sebagainya.
Ada
tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yakni persiapan, pelaksanaan dan
kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
a. Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
1) Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
2) Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
3) Mempersiapkan alat bantu.
a. Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
1) Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
2) Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
3) Mempersiapkan alat bantu.
b.
Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
1) Langkah Pembukaan.
Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini.
2) Langkah Penyajian.
Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran de-ngan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian mahasiswa agar tetap terarah pada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.
3) Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah.
Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok matar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai mahasiswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan mahasiswa tetap mengingat materi pembelajaran.
Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
1) Langkah Pembukaan.
Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini.
2) Langkah Penyajian.
Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran de-ngan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian mahasiswa agar tetap terarah pada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.
3) Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah.
Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok matar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai mahasiswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan mahasiswa tetap mengingat materi pembelajaran.