Jumat, 14 September 2018

Pengalaman Keberislaman di Lingkungan Keluarga

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.Alhamdulillahirabbil’alamiin. saya akan menceritakan mengenai pengalaman keberislaman dilingkungan keluarga. Saat saya masih kecil kedua orang tua saya sudah memberikan pendidikan agama kepada saya melalui pengajaran mengaji dan shalat. Saya pun mulai belajar mengaji dari mengenal huruf hijaiyah,belajar wudhu dan tata caranya serta belajar shalat. Yang mengajari saya adalah ibu saya karena dia berasal dari keluarga yang taat beragama. Saat saya sudah berusia 12 tahun saya sudah khatam mengaji. Kedua orang tua saya amat memperhatikan pendidikan terutama masalah agama yang merupakan kewajiban kedua orang tua untuk mengajari anaknya masalah keagamaan. Saya disuruh oleh ibu saya untuk mempelajari dakwah agar bisa melanjutkan pekerjaan almarhum kakek saya yang juga seorang dai/pendakwah saya merasa ini merupakan tugas yang harus saya jalani didalam lingkungan keluarga karena generasi dari kakek saya jarang anak-anak dan cucunya yang mau meneruskan profesi sebagai dai. Sepupu-sepupu saya kebanyakkan terlalu sibuk dengan hal yang bersifat keduniaan sehingga telah melupakan hal yang bersifat akhirat yaitu shalat,mengaji dan lain-lain yang bersifat ibadah kepada Allah. Adik kandung saya juga kadang lalai dalam mengerjakan shalat saya pun terkadang mengingatkan adik saya baik itu adik kandung maupun sepupu saya tidak ada merasa lelah saya selalu menyeru mereka untuk mengerjakan perintah-perintah Allah karena ini saya rasakan merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh saya sendiri dilingkungan keluarga saya. Saya terkadang tidak tahu melalui cara apa saja untuk mengajak mereka melakukan shalat dan mengaji karena saya tidak terlalu sering berada di rumah untuk itu saya pun melakukan dakwah dengan cara yang agak menyenangkan untuk mengajak adik dan sepupu saya agar mereka mau shalat dan mengaji. Yaitu dengan cara memberi mereka uang dan kue sebagai umpan untuk mengajak mereka ibadah. Karena ayah saya jarang dirumah dikarenakan dia kadang berangkat keluar kota untuk bekerja saya merasakan saya adalah anak laki-laki harus memberikan pendidikan agama islam walaupun masih minim akan ilmu agama menurut saya pribadi masih harus banyak belajar. sementara kakak saya sudah berumah tangga dan dikaruniai dua orang anak yang anak pertama perempuan yang kini masih berusia 7 tahun dan anak kedua yang berusia 2 tahun. Namun saya sebagai paman dari mereka berdua akan memberikan pelajaran agama bagi mereka berdua dengan cara membujuk mereka untuk belajar shalat dengan memberikan iming-iming berupa cemilan kue dan sedikit uang. Cara saya mengajari mereka berdua yaitu dengan cara memperagakan gerakan shalat dan mereka berdua pun akan mengikuti gerakan saya dari belakang. Cara ini cukup efektif untuk mengajari mereka pembelajaran agama islam sejak usia dini. Saya juga belajar islam melalui buku-buku agama islam. Ayah saya melihat potensi saya untuk menjadi seorang ustadz dan memberikan bantuan dengan memberikan saya kitab ilmu fiqih dan mengajari saya ilmu tasawuf saya terus terang kalau ayah saya amat menyukai hal-hal berbau tasawuf dan mistisme. Sehingga terkadang didalam kehidupannya tidak terlepas dari yang namanya tasawuf dan mistik. Dia kadang juga melakukan praktik mandi kembang saat bulan purnama dan saya yang mengetahui hal ini pun segera menegur dia agar tidak lagi melanjutkan hal tersebut karena selain syirik menyekutukan Allah juga akan membuatnya jadi orang yang merugi dihari kemudian.karena saya merasakan kalau saya hanya melihat tanpa menegur saya adalah anak yang durhaka karena tidak bisa memberi tau orang tua yang lagi tersesat. Saat berusia 18 tahun saya mulai berpikir kalau saya lebih memperdalami lagi ilmu agama islam saya akan bisa menyebarluaskan ilmu agama islam kepada keluarga saya melalui pendidikan agama islam yang saya tempuh ini. Ibu saya adalah seorang guru mengaji bagi kami tapi sekarang sudah tidak bisa mengajar lagi dikarenakan mata dia sudah mulai kabur pada saat membaca al-qur’an dia menyuruh saya untuk terus belajar ilmu agama sampai bisa menjadi seorang dai/pendakwah yang tidak hanya dapat memberikan pengajaran ilmu agama namun juga seorang yang bisa menerangi kehidupan bagi keluarga. Keluarga saya berasal dari keluarga yang sederhana namun bagi kami telah tertanam visi dan misi yaitu, kami harus menjadi keluarga yang hidup berdasarkan dua pegangan yaitu Al-qur’an dan Al-hadis yang merupakan sumber-sumber ajaran baginda rasulullah. Oleh karena itu saya pun sebagai anak yang ingin berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga saya akan mengubah mengenai gambaran lama keluarga saya yaitu dari keluarga yang hanya sibuk oleh keduniaan menjadi keluarga akan memprioritaskan kepentingan akhirat terlebih dahulu baru kemudian kepentingan dunia. Kedua orang tua saya amat perduli akan hal-hal yang bersifat keagamaan sehingga apabila ada kegiatan di surau maupun di masjid kami akan selalu antusias mengikutinya terlebih di bulan ramadhan kegiatan keluarga kami akan lebih kepada ibadah shalat,mengaji dan puasa. Saat terbaik dilingkungan keluarga saya adalah saat bulan ramadhan mulai dari membangunkan sahur hingga berpuasa semuanya dilakukan tidak hanya dengan hal-hal yang biasa namun juga hal-hal yang bersifat keagamaan yaitu ceramah,kultum dan sharing keilmuan agama islam. Terkadang juga ada pantun ketika akan sahur maupun berbuka puasa sehingga puasa tidak hanya diisi oleh hal-hal yang religi namun juga diselipi dengan hiburan. Saat bulan sawal atau hari raya lebaran juga termasuk salah satu bulan yang indah didalam lingkungan keluarga kami karena saat momen ini tidak hanya akan dilewatkan begitu saja namun juga akan diisi dengan hal-hal yang berfaedah yaitu sedekah kepada anak-anak yang bertakbir disepanjang jalanan setiap malam hari raya kami akan melakukan itu agar bisa membagikan rasa gembira kepada khalayak ramai. Begitu juga paginya hari raya saat idul fitri keluarga kami akan pergi melaksanakan shalat id berjamaah di masjid dan ketika telah selesai shalat kami akan pergi saling kunjung-mengunjungi satu sama lain sambil menyambung tali silaturahmi. Saat hari raya idhul adha kami akan saling menyumbang untuk membeli hewan kurban dan akan dibagikan kepada tetangga maupun juga keluarga saat momen inilah paling kami tunggu-tunggu saat pembagian daging hewan kurban kami akan membagikannya kepada kaum kerabat agar mereka senang. Saya menyuruh adik kandung saya untuk masuk kedalam majlis ilmu rohani islam yang ada di sekolahnya dia sekarang aktif didalam organisasi itu dan termasuk siswa yang berperan sebagai senior yang mengajari junior untuk belajar wudhu,mengaji dan shalat dan Alhamdulillah pula saya telah berhasil dalam mendidiknya melalui bujukan yang selama ini saya telah lakukan. Saya memperhatikan kalau tidak ada generasi penerus profesi dari almarhum kakek saya dikhawatirkan tidak ada anak cucu nya yang menjadi seorang pendakwah. Saya turut senang jika ada adik kandung maupun sepupu saya yang menjadi pendakwah jadi saya tidak hanya berjuang sendiri melainkan juga dibantu dan didukung oleh keluarga saya. Didalam lingkungan kekeluargaan kami selalu mengamalkan bacaan doa-doa baik itu disaat tidur,berjalan maupun makan kami akan membacanya yang telah sesuai dengan buku panduan yang bersumber dari Al-qur’an maupun Hadis. Keluarga saya telah menjatuhkan kepercayaan kepada saya untuk membimbing keluarga saya karena sayalah yang bisa mendidik adik kandung dan sepupu-sepupu saya untuk melaksanakan perintah Allah. Hanya saja bagi saya untuk mendidik keluarga saya . saya harus lebih kepada pemberian bahan material berupa uang maupun kue sebagai iming-imingnya. Tapi itu bagi saya adalah sebuah jihad dijalan Allah karena kita tidak hanya perlu berperang supaya bisa mati berjihad dijalan Allah tetapi menuntut ilmu dan membagikannya termasuk amal jariyah yang tidak akan putus sampai hari kiamat. Saya berharap dengan adanya penerus-penerus profesi almarhum kakek saya ini beliau dapat pahala yang berlimpah serta rahmat dari Allah subhanawata’ala. Keluarga kami kini telah berhasil didalam segi keagamaan karena telah sukses dan berhasil didalam mendidik kami. Saya saat ditanya oleh ayah saya saat masih kecil saya menjawab saya ingin menjadi seorang dai. Agar tidak hanya keluarga saja yang akan mendapat manfaatnya ilmu agama tetapi juga bagi masyarakat. Didalam bidang ekonomi pun kami menerapkan sistem syariah yaitu jika ada keluarga maupun tetangga yang berhutang kami tidak akan menagihnya dengan paksaan maupun memberikan bunga/riba akan tetapi keluarga kami menerapkan ekonomi syariah. Dibidang politik keluarga kamipun juga tidak memaksakan kehendak untuk memilih para pemimpin selama pilihannya masih satu aqidah atau beragama islam. Tetapi jika memilih yang bukan satu aqidah maka keluarga kami akan memberikan teguran. Dibidang social-budaya keluarga kami melaksanakan budaya melayu islam seperti contoh tepung tawar dan membaca barzanji. Sehingga setiap didalam bidang kehidupan maka keluarga kami akan menjalankan yang sesuai dengan aqidah agama islam. Jika ada yang menyimpang dari aqidah islam maka keluarga kami akan meberikan hukuman berupa tidak menegur atau menyapanya selama tiga hari sampai dia kembali kepada aqidah agama islam.didalam lingkungan keluarga kami ada salah satunya yang telah menjadi seorang ketua mualaf. Kami sekeluarga amat senang jika ada yang berhasil didalam bidang keagamaan maka oleh karena itulah saya pun akan berusaha menjadi seorang pendakwah yang saya mulai dari dalam lingkungan keluarga saya yang saya cintai. Didalam lingkungan keluarga kami biasanya setiap malam jum’at akan ada yang namanya diskusi mengenai masalah keagamaan baik itu ilmu fiqih,tasawuf maupun Al-qur’an dan Hadis ayah saya sangat suka membahas ilmu agama dan memberikan ilmu yang dia miliki kepada saya. Saya pun bersyukur ke hadirat Allah karena saya bisa dengan mudah untuk memahami ilmu yang diberikan oleh ayah saya. Saya akan terus berusaha untuk membentuk keponakkan saya sedari kecil untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan dibidang agama islam agar keluarga kami tidak habis bibit baru yang akan menggantikan kami kelak jika sudah dewasa agar tercapainya sebuah keluarga harmonis didalam kehidupan beragama tidak hanya ibadahnya saja namun juga dibidang keilmuannya yang keluarga kami bentuk sehingga pola pikiran untuk yang kedepannya bisa lebih baik lagi dari yang sekarang. Itulah cerita mengenai pengalaman keberisalaman dikeluarga kami. Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar